Pembelajaran Saintifik

Belajar merangkai Kelistrikan body dengan games Touch and Go.

Pembelajaran Saintifik

Belajar Otomotif Menggunakan Team games Turnament.

Pembelajaran Saintifik

Pembelajaran menggunakan KARCIS ( KARtu chaSIS)

Pembelajaran Saintifik

Belajar Multimeter dengan Tutor Sebaya.

Pembelajaran Saintifik

Pembelajaran Coopereative learning dengan bermain kwarted.

Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Agustus 2014

Arus Listrik

Apakah arus listrik itu?
Bila kita menghubungkan lampu dengan baterai menggunakan kawat tembaga maka lampu akan menyala. Arus mengalir dari negatif(-) ke Positif (+).
Sumber Newstep 1 Toyota
Kejadian yang disebabkan arus listrik adalah :
1. Pembangkitan panas
 Bila arus mengalir melelui konduktor akan menimbulkan panas. contoh setrika listrik
2. Aksi kimia
Terjadi pada baterai
3. Medan Magnet
Medan magnet akan terjadi melelui iduksi elektromagnet dan mutual induksi contoh pa distributor, alternator

Rangkaian Paralel

Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya
Rumus dari Rangkaian Seri Resistor adalah :
1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ….. + 1/Rn
Dimana :
Rtotal = Total Nilai Resistor
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-3
Rn = Resistor ke-n

Rangkaian Seri

Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri.
Rumus dari Rangkaian Seri Resistor adalah :
Rtotal = R1 + R2 + R3 + ….. + Rn
Dimana :
Rtotal = Total Nilai Resistor
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-3
Rn = Resistor ke-n

Merawat Baterai

Mengapa beterai perlu di rawat ?
  • Perawatan baterai yang baik akan mempu memperpanjang usia baterai, karena dengan perawatan yang baik
  • Mencegah baterai dari kemungkinan kekurangan elektrolit baterai.
o   Kekurangan elektrolit terjadi akibat saat proses pengisian dan pengosongan terjadi penguapan, sehingga  elektroli berkurang, oleh karena itu elektrolit harus ditambah air suling. Bila baterai kekurangan elektrolit dapat menyebabkan baterai panas, terjadi kristalisasi pada sel-sel baterai  dan bahan aktif pada sel lepas.  Adanya bahan aktif yang lepas menyebabkan efektifitas baterai menurun dan bahan aktif sel yang lepas akan jatuh di dasar kotak atau terselip diantara sel, bahan aktif yang terjepit ini akan menyebabkan pengosongan tersendiri.
  • Terminal baterai menjadi awet
o   Terminal baterai sering rusak akibat korosi,  penyebab korosi adalah uap dari elektrolit dan panas akibat terminal kendor. Dengan perawatan yang baik kedua terminal baterai akan sering dibersihkan, dilindungi dengan grease dan pengikatan terminal dikencangkan sehingga  korosi pada terminal mampu dicegah.
Kegiatan dalam merawat baterai
  • Membersihkan terminal baterai dari karat atau kotoran yang lain
Kendorkan baut pengikat baterai sesuai dengan kontruksi baterai. Bila terminal tersebut melekat dengan kuat pada pos baterai, jangan memukul atau mencungkil terminal baterai untuk melepaskannya. Ini dapat merusak posnya atau terminal baterai. Gunakan obeng untuk melebarkan terminal, kemudian tarik dengan traker khusus. Bersihkan terminal baterai menggunakan amplas atau sikat khusus.
  • Periksa air accu secara berkala
misalnya 1 bulan sekali untuk mobil lama, karena air accu yang kurang dapat menyebabkan umur accu tidak bertahan lama. Untuk menambah air accu yang berkurang gunakan air accu biasa, jangan menggunakan air zuur, karena air zuur hanya dipergunakan untuk accu baru yang belum dipakai penggunaan air zuur pada accu yang telah dipakai justru akan merusak accu tersebut . Jangan menambahkan air accu pada saat mobil baru dipakai (dalam keadaan panas) penambahan air accu sebaiknya sebelum mobil dipakai (pagi hari). Bila umur accu mobil anda sudah habis, segera ganti accu mobil anda, karena kinerja accu yang buruk membuat beban dynamo stater menjadi buruk, yang pada akhirnya meruka dynamo stater itu sendiri, kerusakan pada dynamo stater jauh lebih mahal daripada mengganti accu mobil
  • Pengisian baterai
Hal – hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengisian :
1.       Karena baterai mengeluarkan gas hidrogen  yang mudah meledak, jangan biarkan api atau percikan api dekat baterai

  1. Jangan melepas kabel pengisian dari terminal baterai matikan terlebih dahulu switch utama pengisian baterai sebelum kabel dilepas.
  2. Temperatur elektrolit jangan sampai melebihi 45 derajat celcius, bila melebihi  kurangi amperenya atau hentikan pengisian

Kontruksi Baterai

Baterai terdiri dari beberapa komponen antara lain : Kotak  baterai, terminal baterai, elektrolit baterai, lubang elektrolit baterai,  tutup baterai dan sel baterai. Dalam satu baterai terdiri dari beberapa sel baterai, tiap sel menghasilkan tegangan 2 - 2,2 V. Baterai 6 V terdiri dari 3 sel, dan baterai 12 V mempunyai 6 sel baterai yang dirangkai secara seri.
Tiap sel baterai mempunyai lubang untuk mengisi elektrolit baterai, lubang tersebut ditutup dengan tutup baterai, pada tutup terdapat lubang ventilasi yang digunakan untuk mengalirkan uap dari elektrolit baterai. Tiap sel baterai terdapat plat positip, saparator dan plat negatip, plat positip berwarna coklat gelap (dark brown) dan plat negatip berwarna abu-abu metalik (metallic gray).
  • Kotak baterai
Wadah yang menampung elektrolit dan elemen baterai disebut kotak baterai. Ruangan didalamnya dibagi menjadi ruangan sesuai dengan jumlah selnya. Pada kotak baterai terdapat garis tanda upper level  dan lower level , sebagai indicator jumlah elektrolit.
  • Elektrolit Baterai
Elektrolit baterai merupakan campuran antara air suling (H2O) dengan asam sulfat (SO4), komposisi campuran adalah 64 % H2O  dan dan 36 % SO4. Dari campuran tersebut diperoleh elektrolit baterai dengan berat jenis 1,270.

  • Sumbat Ventilasi

Sumbat ventilasi ialah tutup untuk lubang pengisian elektrolit. Sumbat ini juga berfungsi untuk memisahkan gas hidrogen (yang terbentuk saat pengisian) dan uap asam sulfat di dalam baterai dengan cara membiarkan gas hidrogen keluar lewat lubang ventilasi, sedangkan uap asam sulfat mengembun pada tepian ventilasi dan menetes kembali ke bawah.
  • Pelat logam:
Terdiri dari pelat positif dan negatif. Untuk pelat positif dibuat dari logam timbel preoksida (PbO2). Sedangkan pelat negatif hanya dibuat dari logam timbel (Pb).
  • Air aki:
Dibuat dari campuran air (H2O) dan asam sulfat (SO4).
g. Separator:
Berada di antara pelat positif dan negatif, separator bertugas untuk memisahkan atau menyekat pelat positif dan negatif agar tidak saling bersinggungan yang dapat menimbulkan short alias hubungan arus pendek.
  • Sel:
Adalah ruangan dalam wadah bentuk kotak-kotak yang berisi cairan aki, pelat positif dan negatif berikut seperatornya.
  • Terminal aki:
Keduanya berada di atas wadah, karena merupakan ujung dari rangkaian pelat-pelat yang nantinya dihubungkan ke beban arus macam lampu dan lainnya. Bagian ini terdiri dari terminal.


Istilah pada Baterai

Pada stiker di gambar di  bawah menunjukkan nomer kode area yaitu N57. Baterai tersebut memiliki 11 plat per sel dengan nilai 380 Cold Cranking Ampere dan tegangan baterai yang dihasilkan adalah 12 volt. 
Self Discharge
ž  Baterai akan membuang arus dengan sendirinya bila tidak digunakan.
Kapasitas baterai
ž  Besarnya arus yang diberikan baterai pada waktu dan temperatur tertentu
ž  Ada 2 istilah:
1.       Slow discharge capacity
Tenaga listrik dari baterai pada saat dipergunakan untuk konsumsi beban rendah
Diukur dengan satuan Ah (Ampere hour)
Ah = A x h
Contoh :
        Baterai yang terisi penuh dikosongkan terus menerus dengan 5,6 ampere mencapai discharge voltage akhir 10,5 V setelah 5 jam,maka kapasitasnya 5,6 Ampere x 5 jam = 28 Ah
2.       High discharge capacity
Lamanya waktu baterai dapat mengalirkan arus tinggi dengan tetap
Terjadi pada saat engine start. Arus tinggi mengalir dari baterai ke motor stater

Terdapat 3 ukuran yang sering menunjukkan kapasitas baterai, yaitu:
ž  Cranking Current  Ampere (CCA)
Nilai CCA dari suatu baterai adalah arus (dalam ampere) dari baterai yang diisi penuh sehingga dapat memberikan arus untuk 30 detik pada 18 derajat Celsius selama itu tetap menjaga tegangan setiap sel 1.2 volt atau lebih
ž  Reserve Capacity
Kapasitas layanan adalah banyaknya waktu dalam menit pada baterai yang diisi penuh dapat memberikan arus sebesar 25 ampere pada 27 derajat  Celsius setelah sistim pengisian dilepas.  Tegangan tidak boleh turun dibawah 1.75 volt per sel (10.5 volt total untuk baterai 12 volt).
ž  Ampere Hour Capacity (AH)
JIS mendefinisikan kapasitas baterai sebagai jumlah listrik yang dilepaskan sampai tegangan pengeluaran akhir menjadi 10,5 V dalam 5 jam. Sebagai contoh baterai dalam keadaan terisi penuh dikeluarkan muatannya secara terus menerus 10 A selama 5 jam sampai mencapai tegangan pengeluaran akhir (10,5 V). Maka kapasitas baterai ialah 50 AH (10 x 5 jam)


HUKUM OHM

Bila tegangan diberikan pada sirkuit kelistrikan maka arus akan mengalir ke sirkuit. Berikut ini hubungan antara voltage, arus dan Hambatan.

V = I. R
Tegangan = Arus x Hambatan

Tegangan satuan Volt
Arus Satuan Ampere
Hambatan satuan Ohm

Penggunaan hukum Ohm

Pada rangkaian di bawah ini diasumsikan tahan sebesar 2 Ohm dengan tegangan 12 Volt, maka besar arus yang mengalir adalah
V = I . R
12 = I. 2
I = 12/2
I = 6 Ampere
Jadi besar arus yang mengalir adalah 6 Ampere

Minggu, 07 Oktober 2012

Sistem Stater


Mesin suatu mobil tidak dapat hidup atau start dengan sendirinya,maka mesin tersebut memerlukan tenaga untuk menghidupkan yaitu motor starter.
Motor Starter minimal harus bisa memutarkan mesin pada kecepatan kecepatan minimum yang di perlukan untuk memperoleh pembakaran awal agar mesin dapat hidup.dimana untuk mesin bensin 40-60 rpm dan untuk diesel 80-100 rpm.
Motor starter yang dipergunakan pada mobil dilengkapi dengan magnetic switch yang berfungsi mendorong gigi pinion untuk berkaitan atau lepas dari fly wheel (roda gila).


Pada umumnya motor starter digolongkan (diukur) berdasarkan output nominalnya (dalam KW) semakin besar output semakin besar kemampuan starternya
Saat ini kita mengenal dua tipe motor starter yang digunakan pada kendaraan atau truck-truck kecil, yaitu motor starter konvensional dan reduksi.

Motor Starter Konvensional



Motor Starter Reduksi. 



motor starter reduksi. Mempunyai keuntungan :
1. konstruksinya lebih kompak
2. momen putar lebih besar
 
sumber:http://moovti.blogspot.com/2010/10/sistem-motor-starter.html

Sistem Pengisian Baterai

Sistem pengisian (charging system) akan memproduksi listrik untuk mengisi
kembali baterai dan mensuplai kelistrikan ke komponen yang memerlukannya 
pada saat mesin dihidupkan


Komporen—komponen utama sistem pengisian terdiri baterai,alternator,kunci kontak dan regulator, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini :
1. Alternator

Alternator berfungsi untuk menghasilkan arus bolak-balik.alternator memsuplai kebutuhan listrik pada mobil sewaktu mesin hidup. Tetapi apabila jumlah pemakaian listrik lebih besar daripada yang dihasilkan alternator, maka baterai lkut memikul beban kelistrikan tersebut.


Komponen alternator
Stator(Berfungsi untuk membangkitkan tegangan bolak-balik tiga pase)


Rotor
(Berfungsi untuk membentuk magnet pada kuku-kuku rotor)





Diode
(Berfungsi menyearahkan tegangan bolak-balik tiga pase dari stator)



Rumah Alternator
(Berfungsi sebagai tempat berputar alternator/stator dengancelah sekecil mungkin)



Roda Puly
(Berfungsi memindahkan tenaga putar dari mesin dan menentukan perbandingan putaran mesin)




2. Regulator

Jumat, 07 September 2012

Penyebab overheating pada mesin (gangguan Mesin pendingin)

Suatu hari dibalik telephone seorang sahabat bertanya dengan panik bahwa mobilnya berhenti mendadak dan semua roda terkunci. Sempat berbagai pertanyaan terlontar dengan gugup, maklum beliau baru saja membeli mobil tersebut 3 bulan yang lalu. Setelah terjadi tanya jawab yang berlangsung cukup lama diketahui bahwa mobilnya itu mengalami overheat atau panas berlebihan. Bagi para pemilik mobil dan atau kendaraan-kendaran yang menggunakan mesin hasil pembakaran (internal combustion engine), overheating adalah hal yang sangat menakutkan. Efek dari overheating sangatlah fatal seperti pernah dibahas pada artikel sebelumnya tentang akibat dari overheating.
Kenapa terjadi overheating? Apakah karena cuaca yang panas? Ataukah kecepatan mesin yang melebihi batas kemampuan? Berbagai pertanyaan akan muncul dalam benak jika berhadapan dengan overheating. Artikel kali ini akan membeberkan gambaran sederhana penyebab terjadinya overheating pada mesin yang menghasilkan tenaganya dari hasil pembakaran.

Berikut beberapa hal yang dapat digunakan indikator untuk mengidentifikasi terjadinya overheating pada mesin.
1. Tutup Radiator (Radiator Cap) Rusak
Tutup radiator merupakan bagian penting dari sistem pendinginan pada mesin. Radiator Cap berada pada bagian atas radiator yang berfungsi untuk memelihara tekanan didalam radiator agar tidak sampai mendidih dan menguap. Pada tutup radiator terdapat 2 buah katup yang berfungsi untuk memelihara volume air pendingin dan tekanan didalam radiator. Untuk itu periksalah secara berkala tutup radiator dari kemungkinan kerusakan pada bagian-bagian tutup radiator. Lebih lengkapnya silahkan baca pada artikel "Memeriksa Tutup Radiator".
2. Sensor Temperatur/Suhu Rusak
Pada mesin-mesin modern yang sudah melibatkan ECM atau ECU, sensor suhu/temperatur dipasang di beberapa tempat. Sensor ini berfungsi untuk mengirimkan sinyal suhu pada ECM atau ECU. Jika sensor suhu ini mengalami kerusakan maka sinyal tidak dapat dikirim dengan tepat ke ECM/ECU untuk dapat menyesuaikan proses yang terjadi pada mesin sehingga mampu mencegah terjadinya overheating.
3. Sirip Radiator Tersumbat
Semakin lebar sirip-sirip radiator maka semakin mudah proses pelepasan panas dari radiator ke udara luar yang mengalir diantara tabung-tabung radiator. Jika pelepasan panas dapat berjalan lancar tentunya temperatur mesin dapat diperlihara dalam batasan suhu yang stabil/normal. Dapat dibayang seandainya sirip-sirip pendingin pada radiator tersumbat karena benda-benda kecil semacam serangga, kerikil dan lain sebagainya dan atau sirip pendingin penyok sehingga dapat meningkatkan kecenderungan terjadinya overheating pada mesin.
4. Campuran Air Pendingin Salah
Seandainya semua sistem pendinginan dapat bekerja dengan baik sekalipun, tetapi tetap saja sistem pendinginan tidak akan bekerja efektif dan maksimal jika cairan pendingin yang bersirkulasi tidak dalam campuran yang tepat dan ideal. Cairan pendingin adalah campuran air dengan anti beku (anti-freeze) atau ethylene glycol. Bahan tambah (additive) anti-freeze berfungsi untuk mencegah air pendingin membeku pada saat suhu mencapai 0oC dan mencegah air mendidih pada saat suhu mencapai 100oC. Selain itu anti-freeze juga akan membantu mendinginkan air saat air mencapai titik didihnya yaitu 100oC dan bahkan membantu air pendingin saat suhu belum mencapai temperatur normal. Kombinasi campuran air pendingin yang ideal adalah 50% anti-beku dan 50% air. Pada beberapa kasus terutama pada saat musim dingin jumlah anti-freeze bisa ditingkatkan hingga 70%.
5. Kipas Radiator tidak Berfungsi
Kipas radiator terletak dibelakang radiator yang berfungsi untuk membantu aliran udara dari depan radiator melintasi sirip-sirip radiator sehingga proses pelepasan panas dari radiator keudara luar dapat berjalan lancar dan maksimal. Walaupun saat kendaraan berjalan cepat kipas radiator tidaklah terlalu dibutuhkan, makanya pada beberapa mesin mobil modern kipas radiator secara otomatis tidak berputar (mati). Kipas radiator sangat dibutuhkan terutama saat putaran idle dan putaran lambat ketika itu udara dingin tidak begitu baik mengalir melewati gril dan radiator.
Periksalah bilah-bilah kipas radiator dan motor (pada mesin tertentu) untuk memastikan bahwa udara mengalir melewati radiator dengan baik.
6. Pompa Air Macet
Pompa air terletak dibelakang kipas radiator. Pompa radiator berfungsi untuk men-sirkulasikan air pendingin melewati matel air (water-jacket), menyerap panas dari hasil pembakaran yang kemudian dialirkan menuju radiator untuk proses pelepasan panas. Periksalah pompa radiator dari kemungkinan terjadi kerusakan pada gasket dan atau korosi.
7. Thermostat Macet
Thermostat berada pada sekitar aliran air pendingin, ada yang terdapat pada bagian atas mesin atau dibawah pompa air. Untuk Indonesia thermostat sudah jarang disertakan pada mesin oleh para perusahaan mobil Indonesia. Thermostat berfungsi sebagai stopper atau pintu yang mengatur sirkulasi air pendingin, pada saat mesin belum mencapai temperatur ideal maka thermostat akan menutup aliran air dari mantel air (water-jacket) ke radiator sehingga air pendingin hanya akan ber-sirkulasi di sekitar rongga-rongga mesin. Selanjutnya jika temperatur mesin mencapai suhu ideal maka thermostat akan membuka dan mengalirkan air pendingin menuju radiator.
8. Radiator Hose Tersumbat
Pada umumnya sistem pendinginan hanya memiliki dua buah saluran (hose) yaitu upper hose (saluran atas) dan lower hose (saluran bawah). Upper hose mengalirkan air panas dari mesin menuju ke radiator sedangkan lower hose mengalirkan air dingin dari radiator menuju ke mesin. Periksalah saluran-saluran ini dari kemungkinan cacat, bocor, dan menyusut. Untuk memeriksa kebocoran saluran air radiator silahkan baca pada artikel "Memeriksa Kebocoran Sistem Pendinginan Air". Pada kasus tertentu terjadi penyusutan saluran radiator, hal tersebut karena kerusakan pada tutup radiator, tutup radiator yang rusak menciptakan kevakuman didalam radiator sehingga saluran radiator yang terbuat dari bahan lentur (karet) akan terhisap dan menyusut. Untuk memeriksa tutup radiator silahkan baca "Memeriksa Tutup Radiator"
9. Kekurangan Cairan Pendingin
Cairan pendingin adalah darah dari sistem pendinginan, untuk itu keberadaannya merupakan hal mutlak yang tidak bisa di tawar. Jangan berharap mesin dapat berjalan jauh jika sistem pendinginan kekurangan cairan. Untuk itu pastikan volume cairan pendingin dalam jumlah cukup, kita dapat memeriksanya melalui radiator atau melalui tangki cadangan (reservoir tank). Akan lebih baik kita memeriksa jumlah cairan pendingin secara berkala setiap hari atau setiap akan menggunakan kendaaraan melalui reservoir tank.
10. Sabuk Penggerak (Driving Belt) Kendur
Sabuk penggerak atau sering disebut driving belt atau fan belt digunakan untuk meneruskan putaran dari poros engkol (crankshaft) ke pompa air (water pump). Jika driving belt kendur maka putaran dari pulley poros engkol tidak akan diteruskan dengan baik ke pompa air (water pump) sehingga putaran pompa air tidak akan maksimal, akibatnya sirkulasi cairan pendingin tidak berjalan lancar dan terjadilah overheating.
11. Kebocoran Saluran Pendinginan
Radiator dan water jacket dihubungkan dengan upper hose dan lower hose yang terbuat dari bahan karet. Saluran ini sangat rawan mengalami kebocoran terutama pada sambungannya yang hanya diikat menggunakan klem. Pada saat cairan pendingin panas maka volume air bertambah dan terjadilah kompresi (tekanan naik) dan kemudian menyusut (vakum) lagi saat mesin berhenti bekerja. Perubahan inilah yang membuat saluran pendinginan kembang kempis, mengembang saat panas dan menyusut saat dingin. Hal ini membuat sambungan-sambungan saluran pendinginan yang terbuat dari bahan karet mengalami pergeseran dan bahkan klem-an yang mengikat saluran menjadi kendur. Periksalah secara berkala ikatan klem antara saluran pendingin dengan blok mesin dan radiator.
Selamat bekerja, perhatikan baik-baik kelengkapan keselamatan kerja dan semoga artikel ini membantu memperlancar pekerjaan anda. Salam hangat dari Banjarsari - Ciamis - Jawa Barat.

Memeriksa Tutup radiator


Artikel sebelumnya membahasa bagaimana "Memeriksa Kebocoran Sistem Pendinginan Air", artikel kali ini masih lanjutan dari sistem pendinginan pada mesin. Tutup Radiator atau sering di sebut Radiator Cap bukanlah sekedar sebuah tutup, tapi juga memiliki peranan penting dalam sistem pendinginan automobile. Mengenai konstruksi dan bagaimana tutup radiator bekerja akan dibahas dalam artikel berikutnya. Singkatnya tutup radiator berfungsi untuk mengatur tekanan dan volume air pendingin didalam radiator agar stabil. Karena peranan yang penting inilah maka perlu dilakukan pemeriksaan tutup radiator secara rutin/berkala baik secara visual maupun menggunakan alat khusus (SST). Jangan pernah remehkan benda kecil ini karena bisa berakibat fatal, salah satu akibat kerusakan pada tutup radiator adalah terjadinya overheating pada mesin, hal ini tentu akan merusak komponen-komponen mesin.

Pemeriksaan Tutup Radiator Secara Visual
Sebelum kita menggunakan mobil biasanya kita melakukan pengecekan pada beberapa bagian vital mesin salah satunya adalah pengecekan volume air pendingin. Saat kita melakukan pengecekan/pengisian air pendingin akan lebih baik sekaligus melakukan pengecekan tutup radiator.
1. Memeriksa Seal Tutup Radiator
Periksa kelenturan karet pada bagian sil karet bagian luar (Outer Cap Seal) dan dan sil karet bagian dalam (Inner Cap Seal) seperti terlihat pada gambar. Perhatikan kedua sil tersebut dari kemungkinan sobek, kemudian tekan kedua sil tersebut menggunakan kuku dan pastikan bahwa karet kembali rata setelah ditekan menggunakan kuku. Jika pada karet terbentuk cekungan maka tutup radiator harus diganti karena tutup radiator sudah tidak mampu menutup sempurna.
2. Memeriksa Pressure Valve (Katup Tekan)
Tekan katup pressure valve menggunakan kedua jempol, lepaskan kemudian pastikan bahwa katup kembali ke posisi semula. Jika katup tidak bisa kembali berarti pegas pressure valve sudah tidak lentur atau bahkan macet. Ganti Pressure Valve jika tidak mampu bekerja dengan baik, hal ini akan mengakibatkan tekanan didalam sirkulasi sistem pendinginan meningkat dan akan membahayakan sambungan-sambungan saluran air pendingin, perpak kepala silinder, upper hose, lower hose dan radiator. Bahkan pada beberapa kasus tekanan air yang telalu tinggi didalam sistem pendinginan mampu memecahkan radiator, upper hose dan lowe hose.
3. Memeriksa Vacuum Valve (Katup Vakum)
Tarik katup vakum (Vaccum Valve) kemudian lepas, pastikan bahwa katup vakum kembali pada posisi semula dengan posisi katup menutup sempurna pada Inner Cap Seal (sil karet katup tekan). Jika katup vakum tidak kembali ke posisi semula atau kembali tapi posisinya tidak sempurna maka tutup radiator harus diganti. Katup vakum yang jelek akan membuat air didalam radiator selalu berkurang setelah mesin digunakan. Setiap pagi periksa jumlah air pendingin pada radiator, jika jumlahnya berkurang setelah digunakan padahal dalam tangki cadangan (reservoir tank) penuh itu berarti katup vakum tidak bekerja dengan baik atau bahkan macet.

Pemeriksan Tutup Radiator dengan Alat SST (Special Service Tools)
Setelah melakukan pemeriksaan tutup radiator secara visual maka selanjutnya kita akan melakukan pemeriksaan tutup radiator menggunakan alat khusus (SST) seperti langkah-langkah dibawah ini.
Langkah 1 - Mempersiapkan Alat SST
Siapkan alat Universal Radiator Pressure Cooling System Leak Tester untuk memeriksa tutup radiator seperti gambar dibawah ini.
Langkah 2 - Buka Tutup Radiator
Buka tutup radiator. Hati-hati jika mesin dalam keadaan masin panas, tunggulah hingga dingin atau kompres dengan lap basah untuk menurunkan temperature air pendingin.
Langkah 3 - Memilih Adapter
Pilihlah adapter yang tepat sesuai dengan ukuran tutup radiator. Pasang tutup radiator pada adapter kemudian pasang adapter pada handpump (pompa tangan).
Langkah 4 - Periksa Tutup Radiator
Pompa tutup radiator dan perhatikan jarum tekanan (pressure gauge) pada pompa tangan. Pressure gauge harus menunjukan kisaran tekanan 0.9 Bar atau 14.7 PSI. Jika tekanan lebih dari atau kurang dari spesifikasi maka gantilah tutup radiator.
Hasil pemeriksaan menggunakan SST Universal Radiator Pressure Cooling System Leak Tester sudah cukup mewakili kondisi tutup radiator secara keseluruhan.
Dibawah ini video pemeriksaan tutup radiator menggunakan SST.

Selamat bekerja... Selalu gunakan perlengkapan keselamatan kerja terutama kaus tangan dan kaca mata. Semoga artikel ini bermanfaat... Salam hangat dari Banjarsari - Ciamis - Jawa Barat.

Beberapa gambar diambil dengan menggunakan bantuan Google Gambar tanpa memperhatikan sumber websitenya. 

Sumber :http://dehagoblog.blogspot.com/2011/02/memeriksa-tutup-radiator-radiator-cap.html