Pembelajaran Saintifik

Belajar merangkai Kelistrikan body dengan games Touch and Go.

Pembelajaran Saintifik

Belajar Otomotif Menggunakan Team games Turnament.

Pembelajaran Saintifik

Pembelajaran menggunakan KARCIS ( KARtu chaSIS)

Pembelajaran Saintifik

Belajar Multimeter dengan Tutor Sebaya.

Pembelajaran Saintifik

Pembelajaran Coopereative learning dengan bermain kwarted.

Tampilkan postingan dengan label Memelihara Baterai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memelihara Baterai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Agustus 2014

Merawat Baterai

Mengapa beterai perlu di rawat ?
  • Perawatan baterai yang baik akan mempu memperpanjang usia baterai, karena dengan perawatan yang baik
  • Mencegah baterai dari kemungkinan kekurangan elektrolit baterai.
o   Kekurangan elektrolit terjadi akibat saat proses pengisian dan pengosongan terjadi penguapan, sehingga  elektroli berkurang, oleh karena itu elektrolit harus ditambah air suling. Bila baterai kekurangan elektrolit dapat menyebabkan baterai panas, terjadi kristalisasi pada sel-sel baterai  dan bahan aktif pada sel lepas.  Adanya bahan aktif yang lepas menyebabkan efektifitas baterai menurun dan bahan aktif sel yang lepas akan jatuh di dasar kotak atau terselip diantara sel, bahan aktif yang terjepit ini akan menyebabkan pengosongan tersendiri.
  • Terminal baterai menjadi awet
o   Terminal baterai sering rusak akibat korosi,  penyebab korosi adalah uap dari elektrolit dan panas akibat terminal kendor. Dengan perawatan yang baik kedua terminal baterai akan sering dibersihkan, dilindungi dengan grease dan pengikatan terminal dikencangkan sehingga  korosi pada terminal mampu dicegah.
Kegiatan dalam merawat baterai
  • Membersihkan terminal baterai dari karat atau kotoran yang lain
Kendorkan baut pengikat baterai sesuai dengan kontruksi baterai. Bila terminal tersebut melekat dengan kuat pada pos baterai, jangan memukul atau mencungkil terminal baterai untuk melepaskannya. Ini dapat merusak posnya atau terminal baterai. Gunakan obeng untuk melebarkan terminal, kemudian tarik dengan traker khusus. Bersihkan terminal baterai menggunakan amplas atau sikat khusus.
  • Periksa air accu secara berkala
misalnya 1 bulan sekali untuk mobil lama, karena air accu yang kurang dapat menyebabkan umur accu tidak bertahan lama. Untuk menambah air accu yang berkurang gunakan air accu biasa, jangan menggunakan air zuur, karena air zuur hanya dipergunakan untuk accu baru yang belum dipakai penggunaan air zuur pada accu yang telah dipakai justru akan merusak accu tersebut . Jangan menambahkan air accu pada saat mobil baru dipakai (dalam keadaan panas) penambahan air accu sebaiknya sebelum mobil dipakai (pagi hari). Bila umur accu mobil anda sudah habis, segera ganti accu mobil anda, karena kinerja accu yang buruk membuat beban dynamo stater menjadi buruk, yang pada akhirnya meruka dynamo stater itu sendiri, kerusakan pada dynamo stater jauh lebih mahal daripada mengganti accu mobil
  • Pengisian baterai
Hal – hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengisian :
1.       Karena baterai mengeluarkan gas hidrogen  yang mudah meledak, jangan biarkan api atau percikan api dekat baterai

  1. Jangan melepas kabel pengisian dari terminal baterai matikan terlebih dahulu switch utama pengisian baterai sebelum kabel dilepas.
  2. Temperatur elektrolit jangan sampai melebihi 45 derajat celcius, bila melebihi  kurangi amperenya atau hentikan pengisian

Kontruksi Baterai

Baterai terdiri dari beberapa komponen antara lain : Kotak  baterai, terminal baterai, elektrolit baterai, lubang elektrolit baterai,  tutup baterai dan sel baterai. Dalam satu baterai terdiri dari beberapa sel baterai, tiap sel menghasilkan tegangan 2 - 2,2 V. Baterai 6 V terdiri dari 3 sel, dan baterai 12 V mempunyai 6 sel baterai yang dirangkai secara seri.
Tiap sel baterai mempunyai lubang untuk mengisi elektrolit baterai, lubang tersebut ditutup dengan tutup baterai, pada tutup terdapat lubang ventilasi yang digunakan untuk mengalirkan uap dari elektrolit baterai. Tiap sel baterai terdapat plat positip, saparator dan plat negatip, plat positip berwarna coklat gelap (dark brown) dan plat negatip berwarna abu-abu metalik (metallic gray).
  • Kotak baterai
Wadah yang menampung elektrolit dan elemen baterai disebut kotak baterai. Ruangan didalamnya dibagi menjadi ruangan sesuai dengan jumlah selnya. Pada kotak baterai terdapat garis tanda upper level  dan lower level , sebagai indicator jumlah elektrolit.
  • Elektrolit Baterai
Elektrolit baterai merupakan campuran antara air suling (H2O) dengan asam sulfat (SO4), komposisi campuran adalah 64 % H2O  dan dan 36 % SO4. Dari campuran tersebut diperoleh elektrolit baterai dengan berat jenis 1,270.

  • Sumbat Ventilasi

Sumbat ventilasi ialah tutup untuk lubang pengisian elektrolit. Sumbat ini juga berfungsi untuk memisahkan gas hidrogen (yang terbentuk saat pengisian) dan uap asam sulfat di dalam baterai dengan cara membiarkan gas hidrogen keluar lewat lubang ventilasi, sedangkan uap asam sulfat mengembun pada tepian ventilasi dan menetes kembali ke bawah.
  • Pelat logam:
Terdiri dari pelat positif dan negatif. Untuk pelat positif dibuat dari logam timbel preoksida (PbO2). Sedangkan pelat negatif hanya dibuat dari logam timbel (Pb).
  • Air aki:
Dibuat dari campuran air (H2O) dan asam sulfat (SO4).
g. Separator:
Berada di antara pelat positif dan negatif, separator bertugas untuk memisahkan atau menyekat pelat positif dan negatif agar tidak saling bersinggungan yang dapat menimbulkan short alias hubungan arus pendek.
  • Sel:
Adalah ruangan dalam wadah bentuk kotak-kotak yang berisi cairan aki, pelat positif dan negatif berikut seperatornya.
  • Terminal aki:
Keduanya berada di atas wadah, karena merupakan ujung dari rangkaian pelat-pelat yang nantinya dihubungkan ke beban arus macam lampu dan lainnya. Bagian ini terdiri dari terminal.


Istilah pada Baterai

Pada stiker di gambar di  bawah menunjukkan nomer kode area yaitu N57. Baterai tersebut memiliki 11 plat per sel dengan nilai 380 Cold Cranking Ampere dan tegangan baterai yang dihasilkan adalah 12 volt. 
Self Discharge
ž  Baterai akan membuang arus dengan sendirinya bila tidak digunakan.
Kapasitas baterai
ž  Besarnya arus yang diberikan baterai pada waktu dan temperatur tertentu
ž  Ada 2 istilah:
1.       Slow discharge capacity
Tenaga listrik dari baterai pada saat dipergunakan untuk konsumsi beban rendah
Diukur dengan satuan Ah (Ampere hour)
Ah = A x h
Contoh :
        Baterai yang terisi penuh dikosongkan terus menerus dengan 5,6 ampere mencapai discharge voltage akhir 10,5 V setelah 5 jam,maka kapasitasnya 5,6 Ampere x 5 jam = 28 Ah
2.       High discharge capacity
Lamanya waktu baterai dapat mengalirkan arus tinggi dengan tetap
Terjadi pada saat engine start. Arus tinggi mengalir dari baterai ke motor stater

Terdapat 3 ukuran yang sering menunjukkan kapasitas baterai, yaitu:
ž  Cranking Current  Ampere (CCA)
Nilai CCA dari suatu baterai adalah arus (dalam ampere) dari baterai yang diisi penuh sehingga dapat memberikan arus untuk 30 detik pada 18 derajat Celsius selama itu tetap menjaga tegangan setiap sel 1.2 volt atau lebih
ž  Reserve Capacity
Kapasitas layanan adalah banyaknya waktu dalam menit pada baterai yang diisi penuh dapat memberikan arus sebesar 25 ampere pada 27 derajat  Celsius setelah sistim pengisian dilepas.  Tegangan tidak boleh turun dibawah 1.75 volt per sel (10.5 volt total untuk baterai 12 volt).
ž  Ampere Hour Capacity (AH)
JIS mendefinisikan kapasitas baterai sebagai jumlah listrik yang dilepaskan sampai tegangan pengeluaran akhir menjadi 10,5 V dalam 5 jam. Sebagai contoh baterai dalam keadaan terisi penuh dikeluarkan muatannya secara terus menerus 10 A selama 5 jam sampai mencapai tegangan pengeluaran akhir (10,5 V). Maka kapasitas baterai ialah 50 AH (10 x 5 jam)